Search Perkosa Lalu Mualaf. Di tengah jalan gadis itu melihat segerombol lelaki berjalan kaki "Dari awal 2013 mulai baca-baca terjemahan Cocaine under a baby's car seat Perempuan 19 tahun itu mengerenyitkan kening, mendengar alasan para lelaki i perjalanan eloco gonzales menjadi mualaf perjalanan eloco gonzales menjadi mualaf. FitrahCantik Bagi Muslimah Sesuai Syariat. Widaningsih Kamis, 11 Juni 2020 - 06:30 WIB. loading Mempercantik diri bagi muslimah disunnahkan dalam ajaran Islam. Foto istimewa. Mempercantik diri bagi seorang muslimah memang disunnahkan dalam Islam. Sebab Allah Subhana wa ta'ala, itu Maha indah dan Dia mencintai keindahan. terpentingmengembalikan fitrah wanita, terutama wanita karir sebagai seorang ibu dan memperbaiki ikatan hubungan dengan anak-anaknya dengan bekerja dari rumah.(3.4) Pandemi Virus Corona di Indonesia Kondisi pandemi virus Corona di Indonesia termasuk yang paling memprihatinkan di negara-negara Asia. Namun peran perempuan dalam berdakwah di masyarakat tidak seharusnya menjauhkan dirinya dari fitrah penciptaanya sebagai seorang perempuan yang memiliki tugas utama di rumah (keluarga). Banyak perempuan muslimah yang membutuhkan bimbingan dan pendidikan akan tugas dan fungsinya sebagai hamba Allah, sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Lakilaki mana pun pasti tergoda ketika melihat wanita lewat di hadapannya dan sudah jauh 50 meter masih tercium wewangiannya. Kebiasaan wanita yang keluar rumah dengan wewangian seperti ini amatlah berbahaya. Karena penampilan semacam ini dapat menggoda para pria, sewaktu-waktu pun mereka bisa menakali si wanita. Namun banyak wanita muslimah yang tidak menyadari hal ini meskipun [] dimilikioleh seorang wanita muslimah. 4. Wanita dalam Al-Qur'an Allah menciptakan laki-laki dan wanita agar keduanya membangun kehidupan bersama dan menjadi sempurna melalui perkembangan kehidupan. Oleh karena itu, kedudukan antara laki-laki dan wanita sama. Islam tidak memisahkan keduanya dari segi peranannya, hal ini jelas Katakata Islami tentang wanita muslimah menutup aurat. foto: Instagram/@fikihmuslimah_ 51. "Seorang wanita yang menutup aurat itu ibarat mutiara yang berada di dalam cangkangnya." 52. "Memang tidak semua perempuan berhijab itu baik akhlaknya. Tetapi setidaknya perempuan yang baik akhlaknya pasti berhijab, karena dia takut akan api neraka." 53. 5f38Q. Oleh Suci Hardiana Idrus Pepatah mengatakan, bahwa wanita adalah tiang negara. Jika baik wanitanya maka akan baik pula negaranya, akan tetapi jika wanitanya buruk, maka buruk pula negaranya. Hal ini dikarenakan peranannya yang begitu penting. Dari rahimnya akan lahir generasi penerus, melalui tangannya akan terdidik generasi lurus, yang kelak akan menyebarkan kalimat-kalimat Allah di seluruh penjuru dunia. Oleh karena itulah, bagi islam, kedudukan wanita sangat mulia. Pada zaman sebelum datangnya Islam, keadaan wanita saat itu sangatlah memprihatinkan. Sebab wanita pada waktu itu dipandang hina, lemah, derajatnya selalu di bawah laki-laki dan dianggap sebagai masyarakat kelas kedua. Wanita tidak lebih daripada sekedar pemuas syahwat belaka yang sewaktu-waktu bisa didatangi dan sewaktu-waktu bisa ditinggalkan. Dan apabila terdengar kelahiran seorang anak wanita maka seketika wajah laki-laki atau suami mereka berubah menjadi merah padam, kemudian dikubur hidup-hidup. Pertanda bahwa wanita bukanlah apa-apa pada zamannya. Ketika Islam datang, segala bentuk penindasan dan ketidakadilan dihapuskan, meskipun banyak yang menentang Islam dan keberadaan Nabi Muhammad SAW pada waktu itu. Walhasil sebagian wanita banyak yang berbondong-bondong masuk Islam dan mempelajarinya hingga Allah memuliakan mereka. Di samping banyaknya laki-laki, sahabat Rasulullah, yang masuk Islam hingga mereka paham bagaimana cara memperlakukan seorang wanita saat mengenal Islam. Sebab memuliakan seorang wanita adalah bagian daripada ketaatan pada Allah. Baik wanita yang posisinya sebagai seorang anak, seorang ibu, juga seorang istri. Namun, bagaimana potret wanita pada saat ini? Wanita menjadi sasaran utama usaha penghancuran agama dan bangsa. Musuh-musuh Islam selalu mencari cara agar Umat Islam khususnya wanita berpaling dari agama mereka. Salah satunya adalah gencarnya isu feminisme, yakni ide yang menuntut kesetaraan hak antara laki-laki dan wanita. Secara ide, isu feminisme telah berhasil menjajah benak kaum wanita. Bahkan anak-anak, remaja dan mahasiswi adalah sasaran empuk penanaman nilai-nilai kesamaan gender ini. Mereka akan sangat bangga ketika mampu menempati profesi karir dunia. Sementara akan merasa sebagai wanita tak berguna jika ia tidak bekerja, ibu rumah tangga adalah profesi tidak berharga. Namun, di sisi lain, kondisi ini membawa dampak yang cukup serius dalam kehidupan dan kesejahteraan wanita. Para wanita berebut peran di luar. Benar, banyak wanita mandiri secara ekonomi, namun ada harga mahal yang harus mereka tukar. Pelecehan seksual di tempat kerja, buruknya sistem kerja dan pengupahan, seperti jam kerja yang panjang hingga mengabaikan tugas utama wanita, upah yang tak layak dan jenis pekerjaan yang menyalahi kodrat, menjauhkan buruh wanita dari kesejahteraan. Belum lagi dampak ikutan seperti hilangnya mekanisme nafkah, karena lapangan pekerjaan yang ada, diperebutkan antara lelaki dan wanita. Kondisi ini adalah nyata. Sebagaimana yang dirilis pada 6 maret 2018, Riset pada 2017 yang dilakukan Wanita Mahardhika dan FBLP di Kawasan Berikat Nusantara KBN Cakung, Jakarta Utara, menunjukkan dari 773 buruh, terdapat 56,5 persen yang pernah mengalami pelecehan seksual. Hal memprihatinkan mengenai nasib buruh, juga disampaikan presiden KSPI Said Iqbal dalam kritikan kinerja pemerintah selama 2017, catatan pertama adalah turunnya daya beli buruh di tahun 2017. Said menilai, hal itu imbas kebijakan upah melalui PP 78 Tahun 2015. Catatan kedua adalah maraknya pemutusan hubungan kerja PHK. Menurut data KSPI, sejak tahun 2015 hingga pertengahan 2017 sudah lebih dari 50 ribu orang pekerja di-PHK. Catatan ketiga ialah merebaknya tenaga kerja asing TKA unskill yang berakibat para pekerja Indonesia seperti tersisihkan. Lapangan pekerjaan yang semestinya bisa menyerap tenaga kerja, tidak terjadi. Liputan 1/1/2018. Selain itu, merambahnya wanita di berbagai sektor, akhirnya mengabaikan tugas utamanya di rumah. Fungsi ibu dalam keluarga beralih ke tangan pihak yang tidak atau kurang kompeten. Seperti pembantu, baby sitter, atau alat elektronik televisi, internet, game, atau bahkan nenek yang faktanya sudah tidak sekuat waktu muda. Ini harus dibayar mahal dengan munculnya fenomena kenakalan anak dan remaja, pergaulan bebas, bunuh diri anak, perceraian, narkoba, kriminalitas dan problem keluarga lainnya. Bekerja dalam Islam bagi seorang wanita adalah boleh, hukumnya mubah. Namun dengan catatan tak lupa akan jati dirinya sebagai seorang Muslimah, yang mempunyai kewajiban di rumah, menjalankan fitrah sebagai pengatur rumah tangga suami dan pendidik generasi mulia. Sayangnya, betapa banyaknya dari kita yang tertipu akan hal ini sehingga lupa jati diri dan kewajiban sesungguhnya. Kehidupan sekular-kapitalis berhasil menina bobokan kaum hawa akan cita-cita tertingginya sebagai Muslimah sang bidadari dunia. Yang menjaga kemuliaan dan kehormatan dengan penuh ketaatan akan Rabb-Nya. Duhai wanita, kembalilah pada fitrah, di situ kemuliaanmu akan terjaga. Wallahu a’lam. [] OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke [email protected], paling banyak dua 2 halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos. Women have a role in da'wah according to their abilities. He has a role in amar ma'ruf nahi mungkar according to the level of his abilities. He can preach in Housing with other Muslim women, or in his area, or on the road, or in the market or in other places he is able to do amar ma'ruf nahi mungkar and da'wah. Of course in a way that has good wisdom and advice and continues to cover the hijab that is shar'i, and evaluates the provisions for the Muslim women that Allah has for them. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PERAN WANITA MUSLIMAH DALAM DAKWAHHardika Saputra**Dosen IAI Agus Salim Metro Lampung*Guru SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan MetroAbstract. Women have a role in da'wah according to their abilities. He hasa role in amar ma'ruf nahi mungkar according to the level of his abilities. Hecan preach in Housing with other Muslim women, or in his area, or on theroad, or in the market or in other places he is able to do amar ma'ruf nahimungkar and da'wah. Of course in a way that has good wisdom andadvice and continues to cover the hijab that is shar'i, and evaluates theprovisions for the Muslim women that Allah has for Role, Women, Da’wahAbstrak. Wanita punya peran dalam dakwah sesuai dengankemampuannya. Ia punya peran dalam amar ma'ruf nahi mungkar sesuaidengan kadar kemampuannya. Ia bisa berdakwah di Perumahan bersamapara Muslimah yang lain, atau di daerahnya, atau di jalan, atau di pasaratau di tempat-tempat lain yang ia mampu lakukan amar ma'ruf nahimungkar dan dakwah. Tentunya dengan cara yang hikmah dan nasihatyang baik dan tetap melazimi jilbab yang syar’i, serta melazimi ketentuan-ketentuan bagi Muslimah yang Allah syariatkan bagi mereka..Keyword Peran, Wanita, Dakwah PERANAN WANITA MUSLIMAH DALAM DAKWAHDalam Surat Al Imran Ayat 104 Allah SWT berfirman “Dan hendaklah adadiantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruhkepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.”Kata min dari minkum diartikan sebagai tambahan atau pelengkap danbukan untuk menyatakan sebahagian. Dengan demikian objek ayatnya adalahseluruh kaum muslimin dari berbagai kelompok baik profesi, organisasitermasuk kelompok laki-laki dan wanita. Jadi, wanita muslimah jugabertanggung jawab atas berlangsungnya gerakan da’wah sering dikaitkan dengan berbicara dibalik mimbar, memberikanceramah keluar rumah atau bahkan keluar daerah. Belum dikatakanberdakwah jika belum ceramah keluar rumah, terutama bagi kaum terdapat anggapan bahwa seorang muslimah yang hanya diamdirumah dan tidak berceramah keluar rumah belum disebut seorang muslimah yang mendidik anaknya membaca Al Qur’an,mengurus rumah tangga dan hal lain yang bermanfaat, adalah sebuah kerjadakwah. Karena mendidik anak bukanlah permasalahan sepele tetapi bahkanhal sangat berguna bagi tugas dakwah islam kedepan, yaitu mempersiapkankader-kader Islam kedepan yang lebih baik. Hal itu juga merupakan suatu kerjadakwah yang tidak boleh disepelekan muslimah yang menjadi seorang aktivis dakwah atau sebagaimurrobbiyah karna tugas dakwah tertentu seorang muslimah perlumeninggalkan rumahnya. Hal ini tak jadi masalah apabila ia ditemani olehmahramnya. Dalam keadaan darurat dan dalam keadaan yang masuk kategoriaman ia dapat pergi sendirian. Tetapi hendaknya hal ini jangan dijadikansebuah kebiasaan yang dianggap enteng. Hendaknya wanita dapat mengukurdiri dan menimbang-nimbang dari segi manfaat dan mudharatnya. Dari Abu Musa Radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Tidaklah kami, parasahabat Rasulullah SAW mendapati masalah dalam suatu hadits lalu kamibertanya kepada Aisyah Radhiyallahu’anhu melainkan kami mendapatkan darisisi beliau ilmu tentang hal itu.” Para sahabat dan tabi’in biasa mendatangiAisyah Radhiyallahuanha untuk mendengar hadits-haditsnya dari balik hijab.Dari hal itu kita bisa tau bahwa tanpa mengurangi kepribadian dan karakter seorang Muslimah secara fitrah dan syar’i Aisyah Radhiyallahuanha dapatmembagikan ilmu yang beliau dapat dari Rasulullah SAW. Kita tak dapat menyatakan suatu skala prioritas bagi seorang muslimah,apakah ia lebih mementingkan tugas dakwah diluar rumah daripada tugas-tugas rumah tangganya atau sebaliknya. Sebab, sebagaimana telah dinyatakandiatas, mendidik anak dan mengurusi rumah tangga adalah tugas dakwah penting bagi mereka ialah senantiasa meniatkan segala pekerjaannya,didalam atau diluar rumah, bagi kemaslahatan Islam dan ummatnya. Namundemikian perlu juga diperhatikan masalah tanggungjawab seorang muslimah,terutama bagi mereka yang telah berumah tangga. Islam telah membebaskanwanita dari kewajiban nafkah, tetapi Islam membebani wanita dengantanggungjawab mengenai pemeliharaan dan pengelolaan keluarga dari di dalamnya mengurus dan membimbing anak. Wallahu alam. Artikel Pernah Dimuat Dalam website Islami Daftar PustakaAzmi Jasmi, Kamarul, dkk. Wanita dalam Dakwah dan Pendidikan. Malaysia UTM Pers,2008. Ahmad Al Alaf, Abdullah. Kiprah Dakwah Muslimah. Solao Pustaka Arafah, 2008. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. loading...Mempercantik diri bagi muslimah disunnahkan dalam ajaran Islam. Foto istimewa Mempercantik diri bagi seorang muslimah memang disunnahkan dalam Islam. Sebab Allah Subhana wa ta'ala, itu Maha indah dan Dia mencintai keindahan. Abdullâh bin Mas'ud Radhiyallahu-anhumengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabdaلاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَناً وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قاَلَ إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya, "Sesungguhnya setiap orang suka memakai baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, apakah ini termasuk sombong?.Kemudian RasulullâhShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain"Namun dalam mempercantik diri ada batas-batas yang harus dipahami oleh para muslimah . Sebenarnya banyak kebiasaan yang bila dilakukan rutin, justru menjadi perawatan alami untuk mempercantik diri. Apa saja dan bagaimana caranya? membaca Al-Qur'anAl-Qu'ran bukan hanya sekadar buku karangan manusia. Namun sebuah firman Allah SWT yang teramat mulia. Dengan rutin membaca Al-Qur'an, jiwa akan tenang dan wajah kita menjadi berseri seolah mendapatkan nur dari Sang itu, selalu sempatkanlah membaca Al-Qur'an di setiap hari. Lakukan dengan ikhlas dengan niat beribadah kepada Allah SWT maka niscayainner beauty-mu akan terlihat dan membuat kagum orang lain berwudhuWudhu adalah salah satu aktivitas yang dilakukan sebelum salat sebagai penghilang najis dan penyempurna ibadah. Namun ternyata bahwa berwudhu juga bisa mencerahkan wajah. Ketika para wanita, membasuh muka dengan air wudhu, noda dan kotoran akan luntur. Tak hanya itu, berwudhu juga menggugurkan dosa-dosa. Maka itu perbanyaklah berwudhu di setiap waktu. Seperti saat hendak keluar rumah dan sebelum tidur oleh Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Aku mendengar Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjilin wajahnya bercahaya dan badannya bersinar karena bekas berwudhu, maka barangsiapa mampu untuk memanjangkan ghurran hendaklah melakukannya.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.3. Salat tahajjudMengamalkan salat tahajjud memang tidaklah mudah. Pasalnya salat ini dilakukan di sepertiga malam terakhir. Saat dimana banyak orang sedang tertidur nyenyak, maka tidak heran bila banyak orang yang lalai dan malas untuk menjalani ibadah sunnah ini. Baca Juga Padahal ternyata salat tahajjud tidak hanya meningkatkan peluang doa kita dikabulkan, tetapi dapat membuat aura dari wajah juga akan terpancar dengan indah. Walaupun tak mengenakan krim pemutih pun, ukhti akan terlihat cerah dan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” HR Ibnu Majah.4. Murah senyumSeseorang yang murung, cemberut dan selalu tampak cuek pasti akan terlihat menakutkan. Berbeda dari orang-orang yang wajahnya dihiasi senyum, mereka selalu menghadirkan kesejukan di hati orang lain yang memandangnya. Menurut penelitian, tersenyum dapat membuat orang awet muda. Tersenyum juga bisa memancarkan kecantikan dalam hati inner beauty. Dengan tersenyum, kita akan disayangi orang lain dan mudah memperoleh Abu Dzar radhiyallahu'anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda“Senyummu di hadapan saudaramu sesama muslim adalah bernilai sedekah bagimu.” HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban. sifat pemarah, sombong dan iri hatiCantik tidak hanya dibentuk dari luar. Seindah apapun wajah seseorang, namun bila ia mempunyai penyakit dihatinya seperti iri hati, sombong maka pastilah ia tampak jelek. Sifat-sifat tersebut membuat wajah terlihat gelap sehingga hilanglah nur alami dalam diri itu, hindari juga marah-marah. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang sering marah maka cenderung mengalami penuaan dini. Sebagaimana Hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya “Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad tersebut. Jika ia buruk, maka buruk pula seluruh jasad itu. Ingatlah, bahwa ia adalah hati.” HR. Bukhari. perbuatan maksiatSama halnya dengan memendam penyakit hati, perbuatan maksiat juga bisa membuat wajah jadi tampak gelap dan hitam. Seseorang yang hobi berbuat maksiat, maka hilanglah kecantikan dalam jiwa dan fisiknya. Mungkin ia bisa mempoles wajahnya dengan make up agar terlihat menarik. Namun tetap saja kecantikan itu tak terlihat natural. Berbeda dengan para ahli ibadah yang kecantikannya tampak natural dan wajahnya bercahaya.Baca juga Kenikmatan Sesaat Yang Menyebabkan Allah Murka Oleh karena itu, jika muslimah ingin cantik maka hindarilah maksiat. Sebisa mungkin ucapkan istighfar sesering mungkin agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. hijab sesuai syariatWanita cantik bukanlah mereka yang mengumbar paras eloknya kepada lelaki yang bukan muhrimnya. Berdasarkan ajaran Islam, kecantikan wanita harus disimpan hanya untuk suaminya. Maka itu, Islam mewajibkan wanita agar mengenakan jilbab atau hijab dan mengulurkannya menutupi dada. Seorang wanita yang berhijab dengan pakaian panjang pastinya akan terlihat lebih anggun dan cantik dibandingkan wanita berpakaian minim yang mengumbar auratnya. Dengan memakai hijab, wanita juga tampak lebih terhormat serta terhindar dari risiko menutup aurat ini dijelaskan lewat firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita keluarga orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka ke seluruh tubuh mereka jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang QS. al-Ahzab ayat 59” Narasumber Karima Ifha بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan بَعْدفَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad as-Sunnah. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dalam agama, setiap yang diada-adakan dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka. •┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈•Seorang muslimah itu akan terhindar dari fitnah jika kembali pada fitrahnya. Dan apasih fitrahnya seorang muslimah itu?Fitrahnya seorang muslimah adalah “Di rumah” sebagaimana firman Allah dalam QS Al Ahzab 33“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”Nah, dengan kita berada di rumah, kita jadi lebih terjaga Jangan berfikir kita dikurung seperti burung dalam sangkar karena mendengar perintah itu. Allah turunkan perintah itu karena Allah tu sayang banget sama kita. Makanya Allah mau menjaga & menghindarkan kita dari kehidupan fana penuh fitnah di luar dalam rumah bukan berarti tak berdaya, kita bisa melakukan apa yang dilakukan orang lain diluar sana. Misal, kalian mau berkarir bangunlah usaha sendiri di rumah yang nggak harus keluar rumah dan menjadi bos untuk diri sendiri. Di rumah kalian punya banyak banget kesempatan untuk membekali diri, memperbanyak wawasan dengan membaca buku-buku sirah Nabawiyah, kisah sahabat/sahabiyah yang pasti bisa demikian bukan berarti benar² nggak boleh keluar rumah ya…Seorang muslimah diperbolehkan keluar rumah kalau ada keperluan mendesak dan nggak melanggar syari’at. Seperti misal ke masjid untuk sholat atau menghadiri majlis ilmu. Dan perlu di catat, ketika seorang muslimah keluar rumah itu setan menghiasi nya bersama fitnah-fitnah nya, makanya kalau keluar rumah seperlunya aja, jangan lama² dan pastikan di dampingi mahromnya ya…Allah itu adil menciptakan lelaki dan wanita berbeda baik dari segi fisik maupun mentalnya. Fitrahnya lelaki memang di luar rumah untuk mencari nafkah, sedangkan kita para muslimah fitrahnya di rumah. Kalian jangan terkecoh dengan isu kesetaraan gender. Mau disetarakan kaya apapun akan tetap berbeda karena memang fitrahnya berbeda tapi bisa sama² melakukan hal yang mulia. Kalau yg udah nikah, Di rumah ada suami yang harus dilayani dan ditaati. Yang belum nikah ada orang tua juga yang perlu ditaati. Ada juga anak-anak yang harus ditarbiyah dengan baik. Ada harta suami/orang tua yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Ada pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang butuh penanganan dan pengaturan. Semua itu pekerjaan yang mulia dan berpahala di sisi Allah Ta’ala. Para wanita muslimah harus ingat bahwa kelak pada hari kiamat mereka akan ditanya tentang amanah tersebut yang dibebankan dalam kondisi tertentu menuntut wanita untuk cari nafkah, diperbolehkan untuk para wanita muslimah keluar rumah untuk bekerja, tapi harus memperhatikan adab-adab keluar rumah sehingga tetap terjaga kemuliaan serta kesucian harga dirinya ya… semaksimal mungkin kita menghindari fitnah sih fitnahnya seorang muslimah?Fitnah terbesar di dunia ini adalah “kita” wanita. Sebagaimana hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” HR. Bukhari 5096 dan Muslim 2740Apa yang melekat pada diri kita semuanya adalah fitnah, apalagi buat kaum lelaki itu bener² fitnah terbesar. Makanya Allah perintahkan kita menutup aurat sesuai syariat bahkan menetapkan fitrah kita itu di rumah, karena dengan begitu kita akan lebih aman, suci dan harga diri kita terjaga. Nggak cuma itu, dengan kita menutup aurat dengan sempirna dan di rumah, kita juga membantu saudara² ikhwan di luar sana untuk menjaga pandangan & syahwatnya loh…Nah, kita perlu tau ya kapan sih kita itu bisa jadi sumber fitnah?1. Ketika keluar rumahDalam sebuah hadist yg diriwayatkan oleh di sampaikan bahwa“Wanita adalah aurat. Apabila keluar disambut dipecantik oleh setan.”Jadi, kalau keluar rumah pastikan menutup aurat sesuai syariat, dan aurat wanita itu sama seperti ketika ia sholat. Pakaian longgar dan menutup seluruh tubuh. Menurut sabda Rosulullah kepada Asma’ Yang boleh terlihat dari seorang wanita yg sudah baligh itu cuma wajah & telapak tangan. Supaya nggak memfitnah dan difitnah ketika safar/bepergian sebaiknya wanita itu ditemani mahramnya. Sebagaimana sabda Rasulullah“Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak diperbolehkan menempuh perjalanan sehari kecuali disertai oleh laki-laki mahramnya.” HR. Muslim2. Ketika suami tidak di rumahDi antara cara syetan menggoda wanita, yaitu kalau suami nggak ada di rumah maka sang istri yang lemah imannya digoda syetan agar menerima tamu pria yang bukan mahramnya. Tentu ini jadi fitnah yang besar ya…Rasulullah Shallallahu’ailaihii wa sallam bersabda,“Janganlah kalian masuk kepada perempuan-perempuan yang ditinggal pergi suaminya. Karena sesungguhnya setan mengalir pada diri kalian semua dengan mengikuti aliran darah. Kami para sahabat bertanya, Termasuk engkau?’ Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjawab, Termasuk aku. Akan tetapi Allah menolongku, sehingga aku selamat.” Hr. At Timidzi 3. Wangi tubuhnya wanitaYang bisa menimbulkan fitnah wanita itu bukan cuma wajahnya yg cantik ya, tapi juga aroma wanginya. Karena ada saja lelaki yg berhasrat hanya dengan mencium wangi tubuh seorang wanita. Makanya diturunkan perintah untuk tidak memakai wewangian bagi wanita meskipun untuk pergi ke masjid. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,“Siapa saja wanita diantara kamu yang pergi ke masjid maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” HR. MuslimDalam riwayat yg lain juga disampaikan bahwa Rosulullah Shollallohu’alaihi wasallam bersabda,“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad.Jadi, alangkah baiknya kalau keluar rumah nggak usah pakai parfum. Kalau khawatir bau badan pakai tawas/trawas sebagai PakaiannyaPercaya atau enggak pakaian kita ini bisa juga jadi sumber fitnah baik dikalangan lelaki maupun wanita. Baiknya, pakaian yang kita pakai itu menutup aurat dengan sempurna dan nggak ditambah hiasan² yg tujuannya mempercantik pemakainya seperti memperlihatkan kalau pakai kalung/gelang dll. 5. LisannyaLisan wanita bisa menjadi sumber fitnah jika digunakan untuk bergosip dan berbicara mendayu-dayu di depan lelaki. Karena suara indah bisa membangkitkan syahwat lelaki. Jadi, kalau berbicara dengan lelaki, seperlunya saja dan yang tegas. Jangan dimanja-manjain ngomongnya Belum menikahNah yang terakhir ini menarik ya…Belum menikah, itu fitnahnya jauh lebih besar fitnahnya ya…Wanita yang sehat jasmani dan rohaninya, pasti berkeinginan menikah… Betul kan…?Makanya, kalau udah baligh dan mampu segeralah menikah. Kalau enggak maka fitnahnya bisa jadi lebih besar karena dia akan suka berdandan mempercantik diri, terus sering keluar rumah untuk cari perhatian, rela membuka aurat, keluar tanpa mahram, senang bergaul sama cowok dengan dalih cuma temenan, temen kalo bukan mahrom tetep dosa ya kalau sok asik tanpa hajat, kemudian juga jadi senang memakai parfum. Teman² pernah ngalamin? Istighfar sekarang juga, ya! Ingat sayangnya Allah sama kita, Maasya Allah nggak bisa di ungkapkan betapa besarnya cinta Allah ke kita itu…Lebih dahsyatnya lagi, di zaman sekarang ini dengan kemajuan teknologi seperti smartphone dan semisalnya, itu.. memudahkan para ikhwan dan akhwat untuk berhubngan padahal bukan mahramnya dan umunya berpusat pada urusan syahwat. Cuma basa basi, modus ingetin tahajud padahal semua itu tipu daya setan. Oleh karena itu…, solusinya bagi orangtua hendaknya segera mencarikan jodoh bagi putrinya yang sudah baligh & mampu. Atau inisiatif sendiri kalau dirasa diri kalian udh nggak tahan dengan gejolak cinta itu, bicarakan baik² sama orang tua kalau kalian ingin menjalankan sunnah Rosulullah yaitu menikah, ya…Baik nggak banyak ya yg bisa saya sampaikan, jika ada yg mau ditanyakan yg belum faham bisa ditanyakan, kita sama² du’ana…“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi alaa diinik Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”Wallahu a’lam BishowabWassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarokaatuh •┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈• SESI TANYA JAWAB•┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈• Nama Mutrofin KhasanahInstansi SMK Muhammadiyah BumiayuPertanyaan Bismillah, izin bertanya ukhti ifha🙏🏼 penampilan wanita itu kan bisa menjadi fitnah bagi lawan jenisnya. Sebenernya batas minimal memakai jilbab seorang wanita itu sampai mana? Kan ada yg bilang minimal sampai siku, tpi ada jga yg berpikiran yg penting menutup dada, tpi klo sekedar menutup dada kan dr belakang pun masih terlihat lekuk tubuhnya. Dan bagaimana caranya untuk mensehati tmn yg selalu mengelak, yg selalu beralasan bahwa apa yg dilakukannya itu sdh benar.🙏🏽JawabanWaalaikumussalam warohmatullah Wabarokaatuh Ukhty Mutrofin 🙂Batasan Aurat wanita yang sudah baligh itu seluruh tubuh kecuali wajah & telapak tangan. Seperti yg disabdakan Rasulullah ke Asma’.Adapun ketentuannya adalah longgar & tidak membentuk lekuk tubuh. Gamis longgar dan khimar menutup dada. Kalau gamisnya ada tali/kerutan pinggang, pakai khimarnya yg nutupin sampai paha. Jadi pastikan gamis longgar & nggak di model² supaya pemakainya terlihat seksi. Boleh pakai khimar sampai siku, tapi pastikan gamisnya longgar tanpa tali/ kita adalah ikhtiar untuk menasehati & menyampaikan kebenaran. Kalaupun mereka tak mau menerimanya itu bukan lagi urusan kita, itu urusan dia & Allah. Allah yg maha membolak-balikkan hati hambanya. Semoga hidayahnya senantiasa ditujukan kepada kita semua sehingga kita mau menerima nasehat² atas kebenaran agama ini 😊•┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈•Pertanyaan dari FulanahBismillahUkh kan ana masih sekolah, dan biasanya ke sekolah naik angkot Dan kadang naik Ojeg. Lalu apakah Boleh Ukh Menaikinya Dalam keadaan terdesak Karena dirumah tdk ada Orang yg bisa mengantar sampai sekolah . Trmksh Ukh🙏🏻JawabanWaalaikumussalam warohmatullah WabarokaatuhDalam keadaan darurat silahkan, namun tetap jaga adab & akhlak. Pandai² menjaga diri di angkot usahakan cari tempat duduk yg bersebelahan dgn sesama akhwat, begitu juga ojek usahakan cari ojek akhwat. Karena setan itu teramat cerdas menggoda manusia•┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈•Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhNama Erni Indah SariInstansi SMk Muhammadiyah LaranganPertanyaan Gimana sih cara mengahapi orang tua yang engga mendukung kita untuk berubah…Kan kita sebagai seorang muslim khususnya kita wanita harus bisa menutup aurat dengan baik dengan cara memakai pakean longgar dan memakai jilbab/ krudung, lah di situ kadang orang tua ngomongin mau apa sih pake pakean gitu terus sih kan engga mau kemana mana?, mau keluar rumah aja padahal deket pake krudung, kan itu kadang bikin kita jadi patah semangat untuk berubah terus gimana cara nangepinya untuk masalah seperti itu kaMaaf ka klo banyak kata kata yang salahJawabanWaalaikumussalam warohmatullah WabarokaatuhMusyawarah & kasih orang tua penjelasan yg logis secara perlahan. Karena sebenarnya nggak ada orang tua yg mau anaknya salah jalan. Pasti pengen punya anak baik² shalihah. Mereka bukannya nggak ijinin, mereka cuma khawatirkan kita khawatir cemoohan orang lain, khawatir kamu tugas kamu meluruskan bahwa perintah menutup aurat itu tidak ada jadwal khususnya. Setiap saat aurat wajib dijaga. Zaman mereka beda sama kita, jadi pelan² aja kasih taunya. Kalo pengen sekali kasih tau mereka paham nggak mudah juga. Jadi semua itu butuh proses. Semangat ya… Tunjukkan bahwa kamu bisa bawa mereka ke surga •┈┈┈┈•⊰✿🧕✿⊱•┈┈┈┈•Wallahua’lam… loading...Perhiasan terindah bagi perempuan muslimah adalah rasa malu. Foto ilustrasi/pinterest Fitrah perempuan adalah ingin tampil indah dan cantik. Biasanya untuk tampil cantik ini, perempuan menghias dirinya dengan berbagai perhiasan baik yang berupa emas, perak, maupun bebatuan yang kini menjadi bagian dari tren. Perhiasan memang merupakan bagian dari sifat-sifat wanita. Secara syariat pun perhiasan adalah halal dipakai kaum wanita ternyata ada perhiasan atau mahkota terindah yang layak disematkan untuk perempuan muslimah ini. Perhiasan terindah dari semua perhiasan wanita itu adalah "rasa malu'. Islam menggambarkan wajah yang dihiasi dengan rasa malu bagaikan permata yang tersimpan dalam sebuah bejana bening. Tidak ada seorang pun yang memakai perhiasan lebih indah dan memukau daripada perhiasan rasa malu. Anas bin Malik rhadiyallahu'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang berkata "Tidak ada sifat keji yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan memperburuknya. Tidak ada rasa malu yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya".Rasa malu adalah sifat yang mulia. Rasa malu, seluruhnya adalah kebaikan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan profil yang menjadi panutan dan tauladan dalam perihal rasa malu. Bahkan sampai disebutkan bahwa beliau lebih pemalu dari gadis pingitan yang berada dalam kamarnya. Rasa malu adalah akhlak yang mulia, akhlak yang dimiliki oleh orang-orang yang baik. Baca juga Adab dan Tata Krama Berbicara Muslimah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW Setiap orang yang memiliki rasa malu niscaya akan tercegah dari perkara-perkara yang buruk dan jelek yang dimurka oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya serta dibenci oleh manusia. Rasa malu itu lahir karena seseorang merasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu bisa tewujud karena mengenal dzat Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat Nya yang Maha Mulia dan Agung. Seseorang akan malu kalau Allah melihatnya berbuat keburukan dan kejelekan. Maka dia berupaya menghindari perkara-perkara yang buruk dan jelek disebabkan rasa malu kepada Allah Ta’ala, walaupun secara tabi’at dan watak, dia bisa dan mungkin biasa melakukan keburukan dan kejelekan perempuan yang fitrahnya tercipta sebagai mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah padanya maka inilah hal yang paling indah dalam hidup. Namun sayang, sebagian dari perempuan banyak yang tidak menyadari betapa berharga dirinya. Sehingga banyak dari mereka justru merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” HR. Ibnu Majah Sabda Rasullullah yang lain, bersabda; “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lain pun akan terangkat.”HR. Al HakimBegitu jelas Rasulullah SAW memberikan teladan bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlak Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan. Ketika para perempuan menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu itu pun menjadi hak yang berilmu akan menghiasi dirinya dengan malu kapan dan dimanapun ia berada, dengan Ilmu yang ia miliki ia mampu mengolah hatinya agar tidak terperosok dalam syubhat-syubhat serta godaan-godaan yang dapat menghilangkan dirinya dengan rasa malu, lisannya senatiasa terjaga dengan tutur kata berkualitas serta zikrullah dan malu tetap menghiasinya. Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan kesalehaannya, menjadi tak lagi bermakna. Sebab hilangnya rasa malu inilah yang menyebabkan banyaknya wanita yang menghias dirinya dengan berlebihan ketika keluar sebab merebaknya kemaksiatan di zaman ini pun terkait wanita adalah karena telah hilangnya malu sebagai mahkota kemuliaannya bagi wanita. Bahkan banyak yang rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya hanya demi pujian atau sanjungan manusia. Baca juga Amalan Sunnah Sehari-hari yang Sering Terlupakan Sebagai muslimah , tentu kita ingin mendapat mahkota dan perhiasan terindah ini. Untuk itu upayakan selalu rasa malu ini tumbuh dalam hati dan perilaku. Rasa malu dapat diupayakan dengan cara 1. Melihat betapa banyak nikmat dan karunia Allah Ta'ala yang diberikan kepada Melihat betapa kurangnya kita memenuhi hak-Nya dan melaksanakan hal-hal yang diwajibkan-Nya kepada kita, baik melaksanakan perintah-Nya atau menjauhi Mengetahui dan berusaha memunculkan kesadaran bahwa Allah melihat setiap keadaan dan gerak-gerik kita di setiap saat dan dimanapun kita berada. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi Apabila perasaan ini telah terkumpul dalam hati sanubari seorang hamba, ia akan merasakan rasa malu yang begitu kuat kepada Allah Ta’ala. Lalu dari sifat malu inilah muncul kebaikan-kebaikan A'lam wid

fitrah seorang wanita muslimah